Jumat, 26 November 2010

Ritual Wisata Di Pulau Bali



Bersantai

Perjalanan ke Bali belum lengkap tanpa merasakan ketenangan di lereng bukit Ubud. Setelah mendapat penghargaan sebagai World Best City oleh Conde Nast Traveler Magazine, Ubud kini kembali populer dan sibuk dengan kedatangan turis. Meski begitu, masih ada beberapa tempat Anda bisa bersantai dan beristirahat dengan tenang. Dirty Duck Cafe alias Warung Bebek Bengil, adalah restoran yang menyajikan kelezatan bebek goreng kering dan renyah dengan sambal menggiurkan. Berbagai macam area trekking dan bersepeda juga tersedia untuk Anda yang ingin menyusuri labirin sawah bertingkat di Ubud.

Bergaya

Soal berbelanja di Bali, hanya ada satu tempat bagi para pecinta fesyen lokal yang tahu untuk tidak menilai buku dari sampulnya -- Seminyak. Daerah perbelanjaan di pantai selatan Bali itu memiliki harta karun fesyen yang menunggu untuk Anda temukan. BIASA adalah ratunya, butik yang menyediakan gaya klasik untuk orang dewasa dan beberapa gaya centil untuk anak muda. Favorit penduduk lokal lainnya seperti Paul Ropp, Papillion, Innuendo dan Flamingo.

Kesenian dan Kerajinan Tangan

Perkembangan kesenian dan kerajinan di Bali sangat pesat dan banyak dicari oleh pasar internasional. Beberapa seniman telah menjadikan Bali sebagai rumah mereka, menyerap inspirasi dari keragaman budaya dan pesona kehidupan pulau itu. Ukiran kayu Bali sangat populer di kalangan turis, dan Anda dapat menemukannya di Tegallalang, Pujung dan Sebatu. untuk mendapatkan keramik yang elegan, Jenggala Ceramics di Jimbaran adalah tempat yang harus ditengok. Galeri mereka yang sangat luas, berjarak 




hanya 10 menit dari bandara, menawarkan berbagai macam desain alat makan dan perlengkapan dapur buatan lokal dengan harga terjangkau. 




Menguasai Ombak

Meski bukan lagi tujuan utama untuk berselancar, tetapi Bali masih memiliki lokasi-lokasi selancar unggulan di dunia. Ada lebih dari 20 ombak berkualitas di kawasan barat daya dan tenggara pulau, dan ombaknya cukup beragam untuk berbagai tingkat keahlian berselancar. Para pemula bisa ke Pantai Kuta untuk mendaftarkan diri di berbagai macam sekolah selancar, sementara itu area lainnya seperti Uluwatu dan Padang, lebih cocok untuk para peselancar mahir. 



Parade Lumba-lumba

Wisatawan dapat mengunjungi Lovina, hanya tiga jam menuju utara dari Kuta. Tempat itu terkenal dengan wisata melihat lumba-lumba. Tur-tur ini biasanya berangkat dari pantai utama setiap pagi saat fajar, harga yang dipasang per orang Rp 75 ribu. Jika bepergian dengan teman-teman atau keluarga, mencharter satu perahu sendiri lebih disarankan. 




Martini

Untuk martini terbaik di Bali, mampirlah di Warung Naughty Nuri's di Jl. Raya Sanggingan, hanya 10 menit bila Anda berkendara ke barat dari pusat Ubud. Martini klasik dingin dan margarita mereka adalah yang terbaik yang akan Anda temukan di Bali. Mereka juga menawarkan iga babi yang lezat. Suasananya santai, tempat yang menyenangkan untuk menghabiskan sore setelah seharian lelah berperjalanan. 




Berpesta

Jika pesta adalah prioritas Anda, Pantai Kuta adalah tempat yang harus dikunjungi. Di sini, pesta dimulai larut malam dan berlangsung hingga dini hari. Bayangkan saja keriuhan diskotik penuh dengan penduduk lokal dan turis mabuk, dengan berbagai macam tarian untuk menarik pengunjung. Hulu Cafe adalah tempat yang mengklaim sebagai "the only real gay bar in Bali", tiga kali dalam seminggu mereka mengadakan drag show yang bisa sangat menyenangkan. Casablance, Peanuts, Bounty Ship, M-Bar-Go dan Sky Garden adalah beberapa tempat yang bisa menyediakan minuman apapun yang Anda inginkan. 




Manjakan Diri

Sebagai tujuan utama perjalanan mewah di Asia Tenggara, Bali menawarkan beberapa spa terbaik dunia untuk memanjakan diri. Salah satunya adalah Kayumanis Private Villa & Spa yang menawarkan perawatan spa coklat, menggabungkan pijat tradisional Bali dengan minyak coklat, scrub coklat, mandi coklat, facial coklat dan satu porsi ice cream coklat untuk menutup perawatan. Banyak hotel dan villa lainnya menawarkan pijat Bali berkualitas tinggi menggunakan minyak khusus, bagi Anda yang ingin bersantai. 




Makan Seperti Raja

Bali adalah tempat beberapa restoran terbaik di Asia Tenggara, menawarkan kuliner berkualitas tinggi dipadu pelayanan ramah dari penduduk lokal serta keindahan pulau. Selama bertahun-tahun, restoran seperti Ku De Ta, Sarong Bali, dan Kafe Warisan (saat ini telah dirubah menjadi Metis) menjadi andalan. Harga yang ditawarkan memang tinggi, tetapi Anda tentu kenal dengan ungkapan "ada harga, ada barang." 




Olahraga Air

Tanjong Benoa adalah tempat utama di Bali untuk melakukan olahraga air. Berbagai jenis kegiatan tersedia untuk pilihan. Parasailing, snorkeling, jet-ski, wake-boarding dan banana-boat adalah beberapa opsi yang bisa Anda dapatkan. Ada juga operator rafting di utara kawasan Ubud. Sungai Telagawaja dan Ayung adalah dua lokasi paling populer. 




Scuba Diving

Ada beberapa tempat untuk melakukan scuba diving di sekitar Bali. Beberapa yang populer seperti -- Tulamben di timur untuk aktivitas wreck diving, dan di sekitar Pulau Menjangan untuk yang lebih menenangkan, sementara Nusa Penida di selatan cocok untuk drift diving. Bagi para pemula ada beberapa pusat penyelaman seperti PADI dan SSI yang bisa memberi panduan awal menyelam. 




Gunung Agung

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di pulau Bali. Gunung ini punya makna spiritual sangat besar bagi penduduknya dan menjadi rumah bagi Pura Besakih. Ada tiga rute mendaki, dan ketiganya cukup sulit, hanya cocok dilakukan oleh Anda yang kuat secara fisik. Ketika sudah berhasil mencapai puncak, Anda bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Anda harus menyewa seorang pemandu lokal, dengan kisaran harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta tergantung pengaturan dan rute yang diambil.

Kamis, 25 November 2010

Air Terjun Dolo Kediri

Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.

Tiba di Besuki, sembari melepas lelah,kita bisa menikmati panorama di Desa Jugo, Mojo,di sekitar menara pemancar relay televisi dan telepon seluler. Disana kita bisa menemukan Air Terjun Irenggolo. Setelah lima menit melalui jalan setapak, air terjun bertrap-trap alami ini bisa kita lihat. Tersembunyi di teduhnya rerimbunan pinus dan hutan, hembusan angin pegunungan, dan suara alam yang unik.

Puas di sini, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Dolo. Jarak tempuh dari Besuki sekitar 4 kilometer. Sampai di titik pemberhentian, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju air terjun. Jalan yang kita lewati terbuat dari bebatuan yang desainnya dipadu dengan lingkungan. Sehingga kesan alami tetap terjaga. Apalagi di saat-saat tertentu, suara kicau burung terdengar tanpa henti.
Setelah kurang lebih 10 menit menapaki jalan lambat laun kita akan mendengar gemricik air terjun. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya sendiri diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mendekati air terjun ini,kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya seperti melengkapi sensasi Air Terjun Dolo

Kabupaten Kediri memiliki beberapa air terjun yang cantik.Salah satunya, Air Terjun Dolo. Tempat wisata ini terletak di dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo,Kediri. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan mudah.

Tiba di Besuki, sembari melepas lelah,kita bisa menikmati panorama di Desa Jugo, Mojo,di sekitar menara pemancar relay televisi dan telepon seluler. Disana kita bisa menemukan Air Terjun Irenggolo. Setelah lima menit melalui jalan setapak, air terjun bertrap-trap alami ini bisa kita lihat. Tersembunyi di teduhnya rerimbunan pinus dan hutan, hembusan angin pegunungan, dan suara alam yang unik.

Puas di sini, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Dolo. Jarak tempuh dari Besuki sekitar 4 kilometer. Sampai di titik pemberhentian, perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju air terjun. Jalan yang kita lewati terbuat dari bebatuan yang desainnya dipadu dengan lingkungan. Sehingga kesan alami tetap terjaga. Apalagi di saat-saat tertentu, suara kicau burung terdengar tanpa henti.
Setelah kurang lebih 10 menit menapaki jalan lambat laun kita akan mendengar gemricik air terjun. Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya sendiri diperkirakan mencapai 125 meter. Begitu mendekati air terjun ini,kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya seperti melengkapi sensasi Air Terjun Dolo

Balekambang Beach,Batur

Pantai memiliki tiga pulau dengan jarak sekitar seratus meter masing-masing, dua di antaranya telah terhubung dengan satu meter-lebar jembatan ke pantai, Balekambang menawarkan suasana yang berbeda dari resort pantai di bagian selatan Malang. Salah satu dari tiga pulau yang disebut pulau Ismoyo memiliki candi Hindu, yang didirikan oleh Hinduists lokal.
Setiap tahun, ritual dan upacara adat Jalanidhipuja (upacara agama Hindu) dan Suran (Upacara Tahun Baru Jawa) diadakan di sini setiap tahun. Tempat parkir, warung, penginapan, toko-toko suvenir, dan yang lain telah memberikan fasilitas wisata bagi pengunjung. Pantai indah ini terletak di desa Srigonco, BANTUR kabupaten, sekitar 57 km jauhnya ke arah selatan dari Malang dan mudah dicapai dengan transportasi umum.
Wisata Pantai Balekambang mengunjungi dan menikmati wonderfull Lembut gelombang dengan angin laut. Melihat matahari terbenam dan matahari terbit di pantai ini dan melakukan beberapa kegiatan pantai, seperti; berenang, mandi matahari, memancing, dll

Grojogan Sewu,Tawangmangu

Untuk masuk kawasan wisata ini, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 6.000,-. Loket pintu masuk ada 2 buah. Yang pertama yang terletak di atas, saat menyusuri jalan menuju loket pertama, Anda dapat melihat-lihat tanaman hias yang dijual di sisi jalan. Anda juga dapat naik kuda untuk menuju loket bila Anda malas berjalan kaki. Anda juga akan sedikit terkejut saat ada monyet-monyet yang ada di sisi jalan. Sedangkan pintu kedua terletak di lereng bawah.
Bila Anda masuk melalui pintu pertama yang ada di atas, Anda harus menuruni tangga yang tersusun rapi dan beralas batu untuk menuju air terjun. Tangga yang jumlahnya ratusan ini, mungkin dapat membuat kaki Anda terasa pegal. Untuk mengatasi masalah ini, pengelola menyediakan gazebo di beberapa titik, sehingga Anda dapat beristirahat sejenak. Di dalam kawasan ini, terdapat monyet berekor panjang yang hidup bebas, jadi jangan heran bila Anda akan menemuinya dalam perjalanan. Jumlahnya lumayan banyak, tetapi Anda tidak perlu takut karena monyet di sini umumnya tidak akan mengganggu.
Grojogan Sewu sendiri berarti air terjun seribu. Memang, air terjun di sini tidak berjumlah seribu, tetapi ada beberapa titik air terjun yang dapat Anda nikmati di sini. Air terjun tertinggi yang ada tingginya sekitar 80 meter. Ada pula air terjun yang tidak terlalu tinggi tetapi pancurannya meluas dan membentuk cabang-cabang. Bila sedang musim hujan, sekeliling tebing akan dihujani air terjun, tetapi saat musim panas, banyak air terjun yang kering. Pegunjung yang ingin mendekat air terjun, harus berhati-hati karena harus melewati batu-batu besar yang licin.
Setelah puas menikmati aitr terjun, Anda dapat berkeliling untuk menikmati sejuknya hutan wisata ini. Dengan luas 20 Ha, kawasan ini menyediakan fasilitas kolam renang untuk anak dan orang dewasa. Ada juga warung yang menjual makanan dengan harga yang terjangkau. Sisi lainnya adalah hutan pinus dan pohon-pohon lain yang umurnya sampai ratusan tahun. Jalan setapak yang rapi dan berbatu dapat membuat Anda semakin menikmati pemandangan indah yang disajikan.

Rabu, 10 November 2010

Carica (Pepaya gunung)

Pepaya gunung atau karika (sering ditulis carica, Vasconcellea cundinamarcensis, syn. Carica pubescens) adalah kerabat pepaya yang menyukai keadaan dataran tinggi basah, 1.500-3.000 m di atas permukaan laut. Daerah asalnya adalah dataran tinggi Andes, Amerika Selatan.

Tumbuhan mirip pohon walaupun sesungguhnya adalah terna raksasa, karena batangnya tidak membentuk jaringan kayu (lignin). Tinggi dapat mencapai 10m dengan sedikit cabang. Buahnya berbentuk peluru dengan panjang 6-15cm dan lebar diameter 3-8cm, dengan lima sudut memanjang dari pangkal ke ujung; sewaktu muda berwarna hijau dan menjadi kuning atau jingga di saat masak. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar walau agak sepat, namun biasanya diawetkan dalam cairan sirup atau dimasak sebagai sayuran. Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein ("proteolitik").

Pepaya gunung diintroduksi ke Indonesia pada masa menjelang Perang Dunia II oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, dan berhasil dikembangkan di Dataran Tinggi Dieng. Sekarang "carica" menjadi salah satu buah tangan khas dari daerah itu.

Jenis ini dipakai sebagai tetua bagi jenis buah hibrida "Babaco", sejenis pepaya yang populer di Amerika Selatan.

Selain untuk menghilangkan haus dan dahaga, Carica ternyata mempunyai beberapa manfaat lho;
  • Untuk terapi memperlancar pencernaan
  • Menghaluskan kulit
  • Mengobati lambung (sakit maag)
  • Sariawan
  • Sembelit dan mengurangi panas tubuh
  • Serta membantu membuang lemak dalam tubuh.

    ingin bepergian???? call us Surya Wisata

Kamis, 04 November 2010

New Year BALI TRIP 2011 [Open Tour]

Welcome New Years at Bali
(5 day 2 night)


28 Desember 2010 - 1 Januari 2011
Hari ke-1
Berkumpul ditempat penjemputan, Perjalanan menuju Pulau Dewata, Makan siang dan malam enroute. Bermalam diperjalanan.
Hari ke -2
Pagi hari di harapkan sudah sampai di pulau Dewata, Bersih diri, makan pagi dan menikmati acara wisata di Tanah Lot, dan water sport di Tanjung benoa. Dilanjutkan ke obyek wisata Pantai Kuta dan Pabrik kata- kata Joger. Check in Hotel , makan malam dan acara bebas . . . .
Hari ke- 3
Setelah makan pagi, menuju ke obyek wisata belanja Krishna, dilanjutkan ke pantai sanur, makan siang di pantai sanur, dilanjutkan menuju ke sentral makanan khas bali. Kembali ke hotel, makan malam dan acara bebas . . . .
Hari ke- 4
Setelah makan pagi dan check out, menuju obyek wisata Danau Bedugul, makan siang sambil menikmati pemandangan keindahan danau bedugul. Makan malam enroute.
Hari ke- 5
Makan pagi enroute. Siang hari diharapkan sudah sampai di tempat penjemputan dengan membawa berjuta kenangan indah bersama SURYA WISATA . . . .



FASITAS:
  • Bus Pariwisata AC, Audio Video, Reclining seat
  • Fery Ketapang-Gilimanuk PP
  • Asuransi Pariwisata
  • Mel, Tol dan Parkir
  • Snack saat pemberangkatan
  • Makan sesuai program
  • Tiket obyek wisata
  • Souvenir sesuai pilihan
  • Air Mineral selama perjalanan
  • Doorprize
  • Tour guide dan Guide local Selama di Bali
  • Menginap 2 malam di bali (2-4 org /room)
  • Harga belum termasuk tambahan transportasi
  • Start finish di pekalongan
Artikel Bali:

  1. Bali I
  2. Bali II
  3. Dreamland Beach

Selasa, 02 November 2010

Gunung Bromo



Dingin, begitulah yang akan Anda rasakan saat pertama kali Anda keluar dari mobil. Suhu disini mencapai 10 derajat bahkan sampai 0 derajat Celsius saat menjelang pagi. Maka, Anda hendaknya mempersiapkan pakaian dingin, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, syal untuk mengatasinya. Tapi, bila Anda melupakan perlengkapan tersebut, ada banyak penjaja keliling yang menawarkan dagangannya berupa topi, sarung tangan, atau syal.

Melihat Matahari Terbit Bromo dari Pananjakan
Pengunjung biasa mengunjungi kawasan ini sejak dini hari dengan tujuan melihat terbitnya matahari. Untuk melihatnya, Anda harus menaiki Gunung Pananjakan yang merupakan gunung tertinggi di kawasan ini. Medan yang harus dilalui untuk menuju Gunung Pananjakan merupakan medan yang berat. Untuk menuju kaki Gunung Pananjakan, Anda harus melalui daerah yang menyerupai gurun yang dapat membuat Anda tersesat. Saat harus menaiki Gunung Pananjakan, jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam tentu membutuhkan ketrampilan menyetir yang tinggi. Untuk itu, banyak pengunjung yang memilih menyewa mobil hardtop (sejenis mobil jeep) yang dikemudikan oleh masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar berasal dari suku Tengger yang ramah dengan para pengunjung.

Sampai diatas, ada banyak toko yang menyediakan kopi atau teh hangat dan api unggun untuk menghangatkan tubuh sambil menunggu waktu tebitnya matahari. Ada pula toko yang menyewakan pakaian hangat. Menyaksikan terbitnya matahari memang merupakan peristiwa yang menarik. Buktinya, para pengunjung rela menunggu sejak pukul 5 pagi menghadap sebelah timur agar tidak kehilangan moment ini. Anda pun tidak selalu bisa melihat peristiwa ini, karena bila langit berawan, kemunculan matahari ini tidak terlihat secara jelas. Namun, saat langit cerah, Anda dapat melihat bulatan matahari yang pertama-tama hanya sekecil pentul korek api, perlahan-lahan membesar dan akhirnya membentuk bulatan utuh dan memberi penerangan sehingga kita dapat melihat pemandangan gunung-gunung yang ada di kawasan ini. Antara lain, Gunung Bromo, Gunung Batok, atau Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Kawah dan Lautan Pasir Bromo
Selesai menyaksikan matahari terbit, Anda dapat kembali menuruni Gunung Pananjakan dan menuju Gunung Bromo. Sinar matahari dapat membuat Anda melihat pemandangan sekitar. Ternyata Anda melewati lautan pasir yang luasnya mencapai 10 km². Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.
Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.


wanna trip? email us @ surya_wisatapkl@yahoo.co.id

Rabu, 20 Oktober 2010

Candi Gedong Songo , Ungaran

Candi Gedong Songo
Obyek Wisata Candi Gedong Songo merupakan cagar budaya/perbukala berupa candi-candi yang berjumlah sembilan unit.Menurut sejarahnya Candi Di Gunung Ungaran ini dinamakan Candi Gedong Songo karena di komplek tersebut ditemukan sembilan kelompok bangunan atau candi. Gedong (Jawa) berarti rumah, Songo (Jawa) berarti Sembilan, sehingga Candi Gedong Songo berarti Sembilan rumah dewa. Sekumpulan candi ini pernah disebut oleh Raffles (1804) sebagai “Gedong pitoe”, karena pada waktu itu hanya ditemukan 7 (tujuh) kelompok bangunan. Namun, setelah ditemukan bangunan lain hingga menjadi sembilan unit, maka selanjutnya dinamakan Candi Gedong Songo. Dari sembilan candi yang masih utuh sekarang hanya tinggal 5 (lima) dan 4 (empat) candi yang lain berupa pondasi dan reruntuhan bangunan. Kelima kelompok bangunan tersebut yang masih berdiri letaknya terpencar, dimulai dari kelompok satu atau Gedong 1 yang terletak paling bawah dan berakhir dengan kelompok lima atau Gedong V yang terletak paling atas. Kelompok 1, hanya terdiri dari sebuah bangunan yang menghadap kebarat. Bangunan Candi terbagi tiga bagian yaitu kaki, tubuh dan bangunan. Bilik candi berdenah bujur sangkar dan tengahnya terdapat yoni atau patung Dewa Siwa. Pada bagian dalam dinding bilik terdapat relung-relung, yang pada saat ini sudah tidak ada arca-arcanya.

Kelompok II, terdiri dari 2 (dua) buah bangunan induk berhadapan dengan sebuah Candi Perwara yang telah runtuh. Dari bangunan yang masih utuh, dapat diketahui bahwa bingkai candi dihiasi dengan pelipit pelipit yang menonjol keluar. Pada dinding candi sisi luar terdapat relungrelung berbentuk kurung kurawal yang dihiasi kalamakara dan bungabungaan. Atap candi bertingkat dilengkapi menara-menara sudut. Ditengah bingkai mahkota disetiap sisi terdapat relung-relung kecil pada antefik dengan hiasan sosok tubuh seorang wanita yang sedang duduk. Ditingkat atap selanjutnya terdapat pula relung kecil pada antefik atau dengan dinding dengan sosok tubuh laki-laki 

Kelompok III, terletak yang lebih tinggi dibandingkan dengan letak
candi kelompok I dan II. kelompok candi ini terdiri dari tiga buah
bangunan, yaitu sebuah candi induk yang menghadap ke barat, sebuah candi apit yang terletak di sebelah kanannya, dan sebuah candi perwara yang menghadap kearah candi induknya. Suatu hal yang menarik dari kelompok III ini adalah semua relung-relung candi masih ada arcaarcanya. Relung dinding candi sisi utara berisi arca Dhurga 
mahisasuramardhini, relung selatan berisi arca Agastya, dan relung timur berisi arca Ganeca. Pada dinding sebelah kiri-kanan pintu masuk juga terdapat relung yang juga terdapat arca Nandiswara dan juga Mahakala.Bilik utama candi pada saat ini sudah kosong, kemungkinan dulu berisi arca Ciwa Mahadewa atau dalam bentuk lingga-yoni. Bagian atap candi bertingakat dan mempunyai hiasan kontruktif berupa menara-menara sudut dan antefik pada candi kelompok II. hanya saja hiasan antefik pada kelompok III ini didalamnya tidak ada pahatan relief tokoh makhluk kahyangan 

Kelompok IV, hanya tinggal sebuah candi induk yang menghadap ke barat. Disebelah kanan-kiri pintu masuk terdapat relung-relung yang merupakan tempat arca Mahakal dan Nandiswara. Pada dinding luar candi
sebelah utara, selatan dan timur terdapat relung-relung yang saat ini sudah tidak arcanya (lihat gambar 5). Kelompok V, diperkirakan dahulu terdapat banyak bangunan dan sekarang tinggal sebuah bangunan saja. Candi induk kelompok IV ini mempunyai keunikan yaitu pada bagian dalam kaki di isi dengan tanah (pada candi-candi yang lain pada bagian kaki candi diisi (dengan batu). Kemungkinan hal ini dimaksudkan untuk menghemat batubatu komponen bangunan.

Beberapa arca lepas yang kini sudah diamankan kemungkinan berasal dari candi kelompok V (lihat gambar 7). Kelompok candi Gedong VI, VII, VIII dan IX sekarang sudah tidak jelas lagi sisa-sisanya, karena beberapa reruntuhan bangunan yang terdapat disana-sini pada umumnya sudah dibina dengan di tata sedemikian rupa dalam rangka pengamanan
dan pelestarian berupa benda cagar budaya.

Ingin berwisata ??

Gua Jatijajar,Kebumen

Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.
Sejarah
Gua ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua tersebut yang Bernama "Jayamenawi". Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian jatuh kesebuah lobang, ternyata lobang itu adalah sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada dibawahnya 24 meter.
Pada mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah. Maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang, ketemulah pintu Gua yang sekarang untuk masuk. Karena di muka pintu Gua ada 2 pohon jati yang besar tumbuh sejajar, maka gua tersebut diberi nama Gua Jatijajar (Versi ke I).
Sungai dan mitos
Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang data dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu:
·         Sungai Puser Bumi
·         Sungai Jombor
·         Sungai Mawar
·         Sungai Kantil
Untuk sungai Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan Sungai Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, mempunyai khasiat bisa awet muda. Adapun Sendang kantil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat/cita-citanya akan mudah tercapai.
Pada saat ini yang telah dibangun baru Sendang Mawar dan Sendang Kantil, Sedangkan Sendang Jombor dan Sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta licin.
Juru kunci
Sebelum Gua Jatijajar dibangun sebagai Objek Wisata, dahulu dikelola oleh juru kunci. Adapun silsilah juru kunci yang pernah mengelola gua Jtijajar, yaitu :
·         Juru Kunci Ke I - Jayamenawi
·         Juru Kunci Ke II - Bangsatirta
·         Juru Kunci Ke III - Manreja
·         Juru Kunci Ke IV - Jayawikrama
·         Juru Kunci Ke V - Sandikrama
Obyek wisata
Pada tahun 1975 Gua Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi Objek Wisata. Adapun yang mempunyai ide untuk mengembangkan atau membangun Gua Jatijajar yaitu Bapak Suparjo Rustam sewaktu menjadi Gubernur Jawa Tengah. Sedang pada waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen adalah Bapak Supeno Suryodiprojo.
Untuk melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar ditunjuk langsung oleh Bapak Suparjo Rustam cv.AIS dari Yogyakarta, sebagai pimpinan dari cv.AIS adalah Bapak Saptoto, seorang seniman deorama yang terkenal di Indonesia. Sebelum Pemda Kebumen melaksanakan pembagunan Gua Jatijajar, terlebih dahulu Pemda Kebumen telah mengganti rugi tanah penduduk yang terkena lokasi pembangunan Objek Wisata Gua Jatijajar Seluas 5,5 hektar.
Setelah Gua Jatijajar dibangun maka pengelolanya dikelola oleh Pemda Kebumen. Sejak Gua Jatijajar dibangun, di dalam Gua Jatijajar sudah ditambah dengan bangunan-bangunan seni antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar serta pemasangan patung-patung atau deorama.
Batuan
Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, untuk pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar merupakan gua Kapur yang sudah tua sekali.
Batu-batuan yang ada di Gua Jatijajar merupakan batuan yang sudah tua sekali. Karena umur yang sudah tua sekali itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung Binatang Purba Dino Saurus sebagai simbol dari Objek Wisata Gua Jatijajar, dari mulut patung itu keluar air dari Sendang Kantil dan sendang Mawar, yang sepanjang tahun belum pernah kering. Sedangkan air yang keluar dari patung Dino Saurus tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pengairan sawah desa Jatijajar dan sekitarnya.
Diorama

Diorama yang di pasang dan dalam Gua Jatijajar ada 8 (delapan) deorama, yang patung-patungnya ada 32 buah. Keseluruhannya mengisahkan cerita Legenda dari "Raden Kamandaka - Lutung Kasarung". Adapun kaitannya dengan Gua Jatijajar ialah, dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka Putera Mahkota dari Kerajaan Pajajaran, yang bernama aslinya Banyak Cokro atau Banyak Cakra.
Perlu diketahui bahwa zaman dahulu sebagian dari wilayah Kabupaten Kebumen, adalah termasuk wilayah kekuasaan Pajajaran, yang pusat pemerintahannya di Bogor (Batutulis) Jawa Barat.
Adapun batasnya yaitu Kali Lukulo dari Kabupaten Kebumen sebelah Timur Kali Lukulo masuk ke wilayah Kerajaan Mojopahit, sedangkan sebelah barat Kali Lukulo masuk wilayah Kerajaan Pajajaran. Sedangkan cerita itu terjadinya di kabupaten Pasir Luhur, yaitu daerah Baturaden atau Purwokerto pada abad ke-14. Namun keseluruhan dioramanya dipasang di dalam Gua Jatijajar


Ingin Berwisata
Kami siap membantu wisata anda.
Email ke surya_wisatapkl@yahoo.co.id

Bukit Cinta

Bukit Cinta merupakan bukit yang terletak di Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Semarang. Bukit Cinta adalah sebuah bukit kecil yang terletak di pinggir Danau Rawapening. Sarana transportasi menuju ke tempat ini sangatlah mudah, hanya 5 Km dari Kota Ambarawa arah ke Salatiga via Banyubiru. Dari Salatiga jaraknya sekitar 10 Km. Yang diandalkan dari obyek wisata ini adalah keteduhan pepohonan dan pemandangan danau Rawapening. Untuk wisata air seperti memancing, ski air, ataupun berkeliling danau Rawapening dengan menyewa perahu motor dengan tarif Rp. 30.000,- per 1/2 jam. Adapula oleh-oleh khas dari obyek wisata ini adalah kerajinan dari enceng gondok.

Berwisata
Email ke surya_wisatapkl@yahoo.co.id

Candi Cetho,Karanganyar

Candi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842. A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini memiliki usia yang tidak jauh dengan Candi Sukuh. Lokasi candi berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, pada ketinggian 1400m di atas permukaan laut.

Sampai saat ini, komplek candi digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan populer sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/Kejawen.

Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada empat belas dataran bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras membuat munculnya dugaan akan kebangkitan kembali kultur asli ("punden berundak") pada masa itu, yang disintesis dengan agama Hindu. Dugaan ini diperkuat dengan bentuk tubuh pada relief seperti wayang kulit, yang mirip dengan penggambaran di Candi Sukuh.

Pemugaran yang dilakukan oleh Humardani, asisten pribadi Suharto, pada akhir 1970-an mengubah banyak struktur asli candi, meskipun konsep punden berundak tetap dipertahankan. Pemugaran ini banyak dikritik oleh pakar arkeologi, mengingat bahwa pemugaran situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa studi yang mendalam. Bangunan baru hasil pemugaran adalah gapura megah di muka, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung Sabdapalon, Nayagenggong, Brawijaya V, serta phallus, dan bangunan kubus pada bagian puncak punden.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, dengan alasan untuk menyemarakkan gairah keberagamaan di sekitar candi, menempatkan arca Dewi Saraswati, sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada bagian timur kompleks candi.

Pada keadaannya yang sekarang, Candi Cetho terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk candi bentar, pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman dan di sini terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Cetho.

Pada aras ketiga terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya majapahit (diduga sebagai lambang Majapahit), dan simbol phallus (penis, alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol penciptaan manusia. Terdapat penggambaran hewan-hewan lain, seperti mimi, katak, dan ketam. Simbol-simbol hewan yang ada, dapat dibaca sebagai suryasengkala berangka tahun 1373 Saka, atau 1451 era modern.

Pada aras selanjutnya dapat ditemui jajaran batu pada dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah Sudhamala, seperti yang terdapat pula di Candi Sukuh. Kisah ini masih populer di kalangan masyarakat Jawa sebagai dasar upacara ruwatan. Dua aras berikutnya memuat bangunan-bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk candi. Sampai saat ini pendapa-pendapa tersebut digunakan sebagai tempat pelangsungan upacara-upacara keagamaan. Pada aras ketujuh dapat ditemui dua arca di sisi utara dan selatan. Di sisi utara merupakan arca Sabdapalon dan di selatan Nayagenggong, dua tokoh setengah mitos (banyak yang menganggap sebetulnya keduanya adalah satu orang) yang diyakini sebagai abdi dan penasehat spiritual Sang Prabu Brawijaya V.

Pada aras kedelapan terdapat arca phallus (disebut "kuntobimo") di sisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud mahadewa. Pemujaan terhadap arca phallus melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi setempat. Aras terakhir (kesembilan) adalah aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa. Di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.

Di sebelah atas bangunan Candi Cetho terdapat sebuah bangunan yang pada masa lalu digunakan sebagai tempat membersihkan diri sebelum melaksanakan upacara ritual peribadahan (patirtan). Di dekat bangunan candi, dengan menuruni lereng yang terjal, ditemukan lagi sebuah kompleks bangunan candi yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Candi Kethek ("Candi Kera").


Ingin Berwisata.?
Kirim Email ke surya_wisatapkl@yahoo.co.id

Senin, 18 Oktober 2010

Pantai Dreamland Bali

Pantai Dreamland
Pantai Dreamland adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha  yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air/surfing, bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian).


Desa Pecatu,Kec Kuta Selatan
Kab.Badung 80361


Email ke : surya_wisatapkl@yahoo.co.id

Pantai Kusamba ( Black Sand )

Kusamba
Pantai Kusamba terletak di Desa Kusamba – Klungkung sekitar 7 km ke arah timur Semarapura. Selain dikenal dengan aktifitas pembuatan garam tradisional yang ditekuni petani setempat secara turun temurun, pantai ini juga dikagumi karena kegigihan nelayannya saat melaut. Ditempat ini juga terdapat pelabuhan tradisional yang menjadi akses transportasi menuju Pulau Nusa Penida, Nusa Ceningan maupun Nusa Lembongan yang kaya akan potensi wisata bahari. 
Penduduk pinggir pantai Kusamba banyak menggantungkan hidupnya dari aktifitas bertani garam dan melaut sehingga sarana dan proses produksi garam yang masih minim sentuhan modernisasi yang digunakan para petani di tempat ini cukup menarik kunjungan wisatawan khususnya wisatawan dari Negeri Sakura /Jepang. Pantai ini sebenarnya merupakan obyek wisata alternatif yang sangat menarik untuk dikunjungi, so…. tidak ada salahnya kita mengunjungi tempat wisata yang satu ini.


Kami siap membantu perjalanan wisata anda.

Pantai Lovina Bali Utara

Lovina Beach
Lovina terletak di Bali Utara di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja. Pantai Lovina berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Karena itu, kadang orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk.

Pantai Lovina yang berpasir hitam ini masih alami sehingga menarik dikunjungi. Yang menarik di Pantai Lovina adalah perjalanan ke tengah laut di perairan Lovina. Anda dapat menjumpai lumba-lumba di perairan Lovina yang terletak sekitar 1 kilometer dari bibir pantai. Laut Bali yang berada di perairan Lovina relatif tenang sehingga Anda bisa berwisata di laut tersebut dengan menggunakan perahu nelayan.

Kawasan Lovina terkenal terkenal sebagai tempat untuk menyaksikan pertunjukkan lumba-lumba liar. Karena Lovina tekenal dengan pantai lumba – lumbanya, maka di bangun juga patung lumba – lumba. Anda dapat langsung menyaksikan tingkah laku yang lucu dan bersahabat dari lumba-lumba langsung di tengah laut. Tentu ini akan menjadi pengalaman liburan yang menarik untuk anda. Di kawasan Lovina terdapat ratusan ekor lumba-lumba.


Lovina Dolphin



Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba liar, Anda harus berangkat pagi sekali saat matahari akan terbit. Mengapa? Karena lumba-lumba di kawasan ini hanya muncul antara pukul 6 pagi hingga 8 pagi. Pada jam itu, puluhan lumba-lumba akan beratraksi secara alami menunjukkan kegiatan mereka. Ada yang sekadar berenang di permukaan air, ada juga yang melompat-lompat. Tentu hal ini akan membuat takjub akan keindahan binatang laut berwarna hitam tersebut.

Biasanya para wisatawan sudah berkumpul di pantai sekitar pukul 5.30 WITA untuk berangkat ke tengah laut. Anda bisa menyewa perahu nelayan yang memang disediakan untuk perjalanan tersebut. Perjalanan dimulai dengan menggunakan perahu kecil yang hanya bisa mengangkut maksimal 4 orang selain sang nelayan. Perahu akan membawa Anda sekitar satu hingga dua kilometer ke arah tengah laut ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul.

Selama perjalanan, Anda bisa melihat-lihat pemandangan laut yang luas dan seraya perahu menjauhi daratan, Anda bisa melihat daratan Lovina dari kejauhan seperti siluet. Setelah sampai di tengah laut, sang nelayan akan menyusuri ke tempat biasanya lumba-lumba akan muncul. Dan apabila ada sekelompok lumba-lumba yang melompat, sang nelayan akan memberitahu perahu-perahu lain di sekitarnya sehingga perahu-perahu tersebut akan menambah kecepatan untuk mengejar sekelompok lumba-lumba itu.

Tentu anda dapat merekam sewaktu lumba-lumba tersebut berlompatan di tengah laut. Ada juga para wisatawan yang tidak bisa melihat lumba-lumba tersebut. Hal ini tergantung dari faktor alam juga seperti pasangnya air laut, arah angin, dan tentu saja keberuntungan anda untuk dapat melihat lumba-lumba liar tersebut. "Pengejaran" ini akan berlangsung kira-kira 3 jam. Namun, apabila Anda sudah merasa mual karena mabuk laut Anda tidak perlu ragu ragu untuk memberitahu sang nelayan untuk kembali ke daratan.

Seraya perjalanan kembali ke daratan, Anda bisa menikmati pemandangan sepanjang pantai Lovina dengan jelas karena matahari sudah bersinar dengan terangnya. Anda juga dapat menikmati wisata taman laut di perairan Lovina.

Di kawasan Lovina, Anda juga dapat menyelam atau snorkeling untuk menikmati keindahan laut di pantai tersebut. Anda dapat menjumpai beragam ikan hias yang cukup ramah untuk mendatangi para penyelam. Memang taman laut di Lovina tidak seindah taman laut lainnya di Indonesia. Namun, Anda akan cukup senang bermain-main dengan ikan hias di perairan ini.


Kami Surya Wisata 
Siap membantu dalam perjalanan anda.

Ada kesalahan di dalam gadget ini